Lihat Candi Borobudur di peta yang lebih besar
Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ataupun Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP ), seringkali bila ada event liburan sekolah mengadakan acara piknik atau wisata dengan tujuan Candi Borobudur. Apakah Anda pernah ke Candi Borobudur ? , Siapa tak tahu Candi Borobudur ? , Candi terbesar di dunia yang merupakan peninggalan purbakala yang terletak didesa Borobudur , Magelang , Jawa tengah – Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta , dan 40 km di sebelah barat laut Jogyakarta. Candi Budha ini menurut Wikipedia yang ada : memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang didunia ini mendamba untuk bisa mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages atau Keajaiban Dunia ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.
Sejarah dan Makna Pendirian Candi Borobudur
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan dari sumber prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Candi Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, dimana hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras ( sambara budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.
Bangunan Candi Borobudur yang memang berdiri di atas bukit berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tinggi bangunan candi pada awalnya sekitar 42 meter sebelum direnovasi , dan mengalami penurunan setelah renovasi menjadi 34,5 meter dikarenakan tingkat paling bawah atau dasar digunakan sebagai penahan dan kekuatan bangunan candi tersebut. Ada 6 tingkat paling bawah berbentuk bujursangkar dan kemudian 3 tingkat diatasnya berbentuk lingkaran , sedang 1 tingkat paling atas berupa bangunan berbentuk stupa budha yang menghadap ke-arah barat. Tiap tingkatan dari bangunan Candi Borobudur tersebut memiliki makna dan melambangkan tingkatan kehidupan manusia dimana menurut ajaran agama Budha dalam mahzabnya Budha Mahayana bahwa setiap manusia yang ingin mencapai tingkatan sebagai Budha, maka harus melalui tahapa-tahapan tersebut.
Bagian dasar Candi Borobudur biasa disebut sebagai fase Kamadhatu yang berarti penggambaran bahwa diri manusia masih terikat akan nafsu duniawi semata. 4 tingkat diatasnya disebut Rupadhatu yang menggambarkan tahapan manusia yang telah bisa membebaskan diri dari nafsu , namun masih terikat kuat akan kecintaan rupa dan bentuk. Dibagian tingkatan Rupadhatu terlihat beberapa patung Budha yang diletakkan secara terbuka. Sementara di 3 tingkat atasnya patung Budha telah diletakkan dalam bangunan stupa yang berlubang-lubang dimana disebut Arupadhatu yang artinya menggambarkan manusia yang telah terbebas dari nafsu , rupa , dan bentuk. Dibagian paling atas disebut sebagai Arupa yang melambangkan gambaran tempat bersemayamnya Sang Budha yaitu Nirwana.
Di antara arca-arca Budha di dalam stupa teras Arupadhatu, pada teras melingkar tingkat I sisi Timur. Arca yang berada di dalam stupa lubang belah ketupat tersebut terkenal dengan nama Kunto Bimo. Arca inilah yang sering ditemui mendapat perhatian khusus dari mereka yang datang ke Candi Borobudur. Tak sedikit pengunjung memercayai bahwa keinginannya akan terkabul atau memeroleh keberuntungan bilamana dapat menyentuh jari manis (bagi pengunjung laki-laki) dan mampu menyentuh tumit (bagi pengunjung perempuan). Dan salah satu orang yang berhasil merogoh/menyentuh arca Kunto Bimo adalah mantan Presiden Polandia, penerima Nobel Perdamaian 1993, Lech Walesa.
Candi Borobudur adalah mahakarya besar arsitektur pada masanya , di setiap tingkatan candi, dindingnya terdapat reief-relief indah yang sangat amat bisa menunjukkan betapa mahir para pembuatnya pada saat itu. Dan hebatnya lagi , relief-relief itu akan terbaca bagai cerita secara runtutan bila anda berjalan searah jarum jam ( mulai arah kiri dari pintu masuk Candi ). Relief Candi Borobudur mengisahkan cerita yang sangat melegenda yaitu cerita Ramayana. Selain itu juga terdapat relief-relief yang menggambarkan kondisi masyarakat pada zaman Wangsa Syailendra saat itu ( kerajaan Mataram Kuno ) semisal relief kaum petani yang sedang beraktifitas sebagai gambaran pada saat itu pertanian memang telah maju ; juga ada tergambar relief kapal layar yang merupakan bukti actual secara representative dari kemajuan akan pelayaran yang pada saat itu berpusat di Bergotta ( Kota Semarang ).
Beberapa orang ( juru kunci ) Candi Borobudur mengatakan bahwa Candi Borobudur dibangun 3 abad sebelum Candi Angkor Wat yang cukup terkenal di Kamboja ; dan sekitar 4 abad sebelum dibangunnya Katedral Agung yang legendaries di negeri Eropa. Dan ada satu pertanyaan yang sampai saat ini masih simpang isur akan jawabannya yaitu : “ Mengapa Candi Borobudur yang merupakan Candi sangat indah dan besar itu saat ditemukan dalam keadaan terkubur tanah ? “ ; beberapa rumor mengatakan bahwa Candi Borobudur yang didirikan diatas sebuah bukit yang disekitarnya terdapat rawa-rawa yang kemudian terpendam saat terjadi letusan dasyat gunung Merapi. Logika ini berdasar dari prasasti Kalkuta yang bertuliskan “Amawa” yang berarti “Lautan Susu “ yang bisa diartikan pula sebagai lahar Gunung Merapi .
Dari berbagai kenyataan yang ada berikut dengan misteri yang terkandung didalamnya , maka wajarlah bila didunia ini manusia akan memasukkan daftar bahwa candi Borobudur memang sebagai tempat yang layak dan harus dikunjungi.
Selain menikmati Candi Borobudur , maka Anda dapat pula menikmati pesona dan eksotisme desa-desa disekeliling Candi Borobudur seperti desa karanganyar dan Wanurejo yang sebagian besar penduduknya sebagai pengrajin barang seni.
Untuk mengunjungi Candi Borobudur , bagi Anda yang kebetulan tidak membawa mobil atau kendaraan pribadi ; maka bila Anda dari kota Semarang , silahkan Anda naik Bis umum jurusan Semarang-Jogya dan turun di pertigaan Borobudur kemudian Anda bisa melanjutkan dengan naik ojek atau angkutan umum yang langsung menuju ke Borobudur. Anda juga bisa turun di terminal Bis Magelang dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis jurusan Magelang – Borobudur. Bila Anda dari Solo atau Surakarta , silahkan Anda mencari angkutan/bis dengan jurusan ke Jogya atau Magelang , dan dilanjutkan dengan bis jurusan Borobudur.
Harga Tiket masuk Candi Borobudur ( Bila belum berubah )
Wisatawan Lokal
Senin – Jumat Rp 15.000 (dewasa) dan Rp 10.000 (anak-anak dan pelajar)
Sabtu, Minggu dan libur nasional Rp 17.500 (dewasa) dan 11.000 (anak-anak dan pelajar)
Libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru Rp 25.000 (dewasa) dan Rp 12.500 (anak-anak dan pelajar)
Wisatawan Asing
USD $ 15 (dewasa) dan USD $ 8 (anak-anak)
Anda tertarik akan eksotisme dan misteri sakralnya Candi Borobudur ??, ayoo…..segera kunjungi...., sungguh belum lengkap rasanya hidup ini bila salah satupun tempat yang jadi keajaiban dunia belum Anda kunjungi..!
Demikian tulisan ini, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca...




Tidak ada komentar:
Posting Komentar