Selasa, 20 Agustus 2013

NIDHIA ngefans berat CJR

" Papa kenal Iqbal gak ?? " ...Nidhia suatu sore diperjalanan mudik  bertanya padaku ; dan ketika kujawab  " Gak kenal " maka kontan raut wajahnya cemberut....." Iiiih Papa....meni gak kenal Iqbal..., padahal Iqbal keren lho....suaranya bagus " Jelas Nidhia , aku sejenak tercenung mengingat-ingat teman-teman sekolah Nidhia , perasaan gak ada dech yang namanya Iqbal.
" Iqbal itu siapa ?? " tanyaku , yang langsung dijawab bla bla bla bla.....rentetan panjang yang menggambarkan tentang sosok Iqbal.  " Nidhia suka Iqbal ?" tanyaku , yang langsung dijawab muantabz..." Sukaaaaa".....wueleh-wueleeehhhh.....sebegitunya.
Dan Nidhia-pun mengeluarkan CD CJR yang persis didepannya ada fotonya Iqbal...." Ini diaaaa....keren kaaannn...???? " kata Nidhia bangga....., dan akupun tercenung " eugh...masih kerenan Papa " kataku sinis , yang langsung dijawab Nidhia " Enggaaaakkkkk......masih keren Iqbal "  . Fyiiiuuuuhhh.....wualaaah aku koq tergeser ama Iqbal....; Iqbal itu ternyata salah satu personil dari 4 sekawan Cowboy Junior....(bener gak tulisannya ????)
Begitulah Nidhia....., dan sesampai dirumah.....mulailah tiap hari dirumah serasa tiada pernah ada hari-hari tanpa alunan CD CJR...




Begitulah Nidhia....., cita-citanya siiiy....simple , pingin banget bisa ketemu dan nyanyi bareng ama CJR.....terutama Iqbal yang keren itu......
Demikian tulisan singkat ini......, semogaaa ajaaaa cita-cita Nidhia bisa kesampaian.......

Minggu, 23 Juni 2013

KALIAN MEMANG HEBAT.....NAK !!

Puji syukur Alhamdulillah...., hari ini serasa lega sudah begitu melihat akan pencapaian dari Rio maupun Dhia dalam hal menapaki dunia pendidikannya.

Sabtu, 22 Juni 2013 adalah saat penerimaan raport untuk penentuan bagi Rio , apakah naik kelas 3 atau tetep ngendon di kelas 2 ( soalnya terus terang aja, ada kekhawatiran mengingat pas UKK, Rio belum fit benar alias baru saja sembuh dari cacar air dan masih sering sesambat pusing-pusing dan lemes ). Pukul 7 pagi kami sudah rela datang di sekolah Rio ......, dan begitu acara dalam ruangan kelas yang dipandu oleh guru wali kelasnya dimulai , sampailah pada detik-detik dimana nama Rio dipanggil oleh Ibu Inne (guru wali kelasnya)....eng ing eng....horeeeee.....Riopun naik kelas.

Minggu,23 Juni 2013 adalah penentuan untuk penerimaan hasil pencapaian belajar Nidhia , dan kami terus terang tidak begitu khawatir , dikarenakan Nidhia takkan seberat Rio....artinya sekolah tingkatan TK Kecil jelas beda banget dengan SD. Dan bertempat di Hotel Endah Parahyangan yang ada dijalan Amir Machmud - Cimahi yang cukup dekat dengan kami tinggal , perpisahan dan kenaikan untuk PG-RA Nurul Yusro-pun diadakan.

Dalam acara tersebut , Nidhia berkesempatan tampil dipanggung membawakan tari kipas , dan foto diatas adalah saat selesai menari ( narsis bersama sahabatnya Chila ). Ada yang cukup diasayangkan , karena pada saat Nidhia tampil diatas panggung, kami tak bisa mendokumentasikan dikarenakan Rio rewel dengan keinginan besarnya yaitu pingin berenang di hotel tersebut......( soalnya memang kolam renangnya sungguh menggoda , bagus , bersih , dan relatif murah )

Akhirnya dengan didukung Uwanya yang rela bersusah-payah mengambil dan membawakan pakaian renang dan menyusulkannya ke hotel , maka begitu acara pentas kreasi sekolahan Nidhia selesai , merekapun langsung main cebur-ceburan di kolam renang....."yaaah berenanglah sepuasmu Nak....,buanglah segala penatmu karena inilah hari kemenanganmu sebagai siswa "


Demikianlah kegiatan hari ini yang meyangkut cerita ARIO-NIDHIA , semoga bisa menjadikan suatu memori dan kenangan yang indah untuk sekedar dibagi-ceritakan kepada para blogger tercinta.

Senin, 28 Januari 2013

KHITANAN RIO

Sabtu , 22 Desember 2012 , adalah hari istimewa bagi Rio , karena pada hari tersebut Rio menerima Raport Semester pertama dikelas 2 yang hasilnya lumayan baik , sekaligus pertanda liburan panjang akhir tahun menantinya ....2 minggu , dimana Rio akan masuk sekolah pada tanggal 7 Januari 2013.
Jauh hari sebelum penerimaan Raport , atau malah sebelum UAS berlangsung , Rio sudah ditawari khitan , berani atau tidak ? , dan dijawabnya dengan tegas : "BERANI dan MAU ".
Sesuai pendaftaran di PUSAT KHITAN SUMBAWA - BANDUNG , maka pada malam hari Sabtu, 22 Desember 2012 setelah sholat Maghrib , Rio sudah siap dikhitan.
Ceritanya cukup lucu karena Papa Rio membujuk Rio yang sudah tur-ter setengah takut akan sakitnya bila burung kecil kesayangannya harus disunat atau dikhitan.
" Tuch...lihat...., anak kecil aja berani disunnat , malah senyam-senyum " Kata Papa Rio sambil menunjuk kepada seorang bocah yang senyam-senyum ceria ketika namanya dipanggil untuk masuk kamar operasi.
Nidhia tak ketinggalan mensupport kakaknya : " Iya Rio...gak pa pa..., gak akan sakit "
Ketika nama Rio dipanggil dan kamipun memasuki ruangan operasi , dalam hati aku berkata : " Pantesan gak terdengar suara jerit atau tangis dari anak-anak yang disunat...lha wong ruangannya dipasangi peredam suara yang tebal....persis kayak ruangan rekaman "
Ketika Rio disuruh berbaring diranjang operasi.....ha ha ha....nampak mulai ciut dan ketakutan akan rasa sakit yang akan dirasakannya, apalagi ketika pintu penghubung dengan ruang operasi sebelah terbuka dan terdengar jerit kesakitan dari bocah kecil yang terlihat senyam-senyum masuk ruangan operasi. " Gak jadi ah....sakit kayaknya..." kata Rio tiba-tiba....; dan untuk itu Mama Rio mulai membujuk dan merayu serta menenangkan Rio bahwa rasa sakitnya tak lebih dari digigit semut kecil.
Ada teriakan , ada tangis , ada minta ditiupin ketika proses khitan berlangsung yang memakan waktu sekitar 20 menit , dan setelah selesai..., Riopun masih bisa keluar kamar operasi sambil senyam-senyum lega.
Perjalanan pulang kerumah yang diwarnai hujan dan macetnya lalu lintas...mau tak mau membuat kadar bius pada burung Riopun memudar, dan rasa sakipun mulai menerpa....meledaklah sudah...tangis , sumpah-serapah yang gak mau lagi untuk disunat ....sampai memprotes bahwa papa dan mama berbohong kalau katanya sakitnya sunat itu kecil hanya kayak digigit semut , dan...Rio berkata : " ini mah sakitnya kayak digigit harimau atau buaya " seru Rio sambil menangis.
Pagi harinya sebagai tanda rasa syukur, kami sempat mengadakan acara tasysyakuran sederhana yang mengundang beberapa tetangga dan family tentunya.

Sekarang Rio sudah sembuh dari sunatnya , dan Rio gak mau di khitan lagi , bahkan kalau kami pergi melewati jalan Sumbawa yang mana melewati PUSAT KHITAN SUMBAWA , Rio sudah menunjukkan rasa trauma-nya.
Semoga Rio kelak bisa menjadi anak yang lebih sholeh , penuh bakti kepada orang tua , jadi anak pintar dan pandai , berguna bagi nusa, bangsa, keluarga dan yang penting bagi agama-nya....karena dengan sudah dikhitan....Rio kelak sudah bisa menjadi imam baru bagi keluarga bila melakukan sholat jama'ah bersama dirumah...
Demikian tulisan ini, semoga bisa bermanfaat.....