Senin, 28 Januari 2013

KHITANAN RIO

Sabtu , 22 Desember 2012 , adalah hari istimewa bagi Rio , karena pada hari tersebut Rio menerima Raport Semester pertama dikelas 2 yang hasilnya lumayan baik , sekaligus pertanda liburan panjang akhir tahun menantinya ....2 minggu , dimana Rio akan masuk sekolah pada tanggal 7 Januari 2013.
Jauh hari sebelum penerimaan Raport , atau malah sebelum UAS berlangsung , Rio sudah ditawari khitan , berani atau tidak ? , dan dijawabnya dengan tegas : "BERANI dan MAU ".
Sesuai pendaftaran di PUSAT KHITAN SUMBAWA - BANDUNG , maka pada malam hari Sabtu, 22 Desember 2012 setelah sholat Maghrib , Rio sudah siap dikhitan.
Ceritanya cukup lucu karena Papa Rio membujuk Rio yang sudah tur-ter setengah takut akan sakitnya bila burung kecil kesayangannya harus disunat atau dikhitan.
" Tuch...lihat...., anak kecil aja berani disunnat , malah senyam-senyum " Kata Papa Rio sambil menunjuk kepada seorang bocah yang senyam-senyum ceria ketika namanya dipanggil untuk masuk kamar operasi.
Nidhia tak ketinggalan mensupport kakaknya : " Iya Rio...gak pa pa..., gak akan sakit "
Ketika nama Rio dipanggil dan kamipun memasuki ruangan operasi , dalam hati aku berkata : " Pantesan gak terdengar suara jerit atau tangis dari anak-anak yang disunat...lha wong ruangannya dipasangi peredam suara yang tebal....persis kayak ruangan rekaman "
Ketika Rio disuruh berbaring diranjang operasi.....ha ha ha....nampak mulai ciut dan ketakutan akan rasa sakit yang akan dirasakannya, apalagi ketika pintu penghubung dengan ruang operasi sebelah terbuka dan terdengar jerit kesakitan dari bocah kecil yang terlihat senyam-senyum masuk ruangan operasi. " Gak jadi ah....sakit kayaknya..." kata Rio tiba-tiba....; dan untuk itu Mama Rio mulai membujuk dan merayu serta menenangkan Rio bahwa rasa sakitnya tak lebih dari digigit semut kecil.
Ada teriakan , ada tangis , ada minta ditiupin ketika proses khitan berlangsung yang memakan waktu sekitar 20 menit , dan setelah selesai..., Riopun masih bisa keluar kamar operasi sambil senyam-senyum lega.
Perjalanan pulang kerumah yang diwarnai hujan dan macetnya lalu lintas...mau tak mau membuat kadar bius pada burung Riopun memudar, dan rasa sakipun mulai menerpa....meledaklah sudah...tangis , sumpah-serapah yang gak mau lagi untuk disunat ....sampai memprotes bahwa papa dan mama berbohong kalau katanya sakitnya sunat itu kecil hanya kayak digigit semut , dan...Rio berkata : " ini mah sakitnya kayak digigit harimau atau buaya " seru Rio sambil menangis.
Pagi harinya sebagai tanda rasa syukur, kami sempat mengadakan acara tasysyakuran sederhana yang mengundang beberapa tetangga dan family tentunya.

Sekarang Rio sudah sembuh dari sunatnya , dan Rio gak mau di khitan lagi , bahkan kalau kami pergi melewati jalan Sumbawa yang mana melewati PUSAT KHITAN SUMBAWA , Rio sudah menunjukkan rasa trauma-nya.
Semoga Rio kelak bisa menjadi anak yang lebih sholeh , penuh bakti kepada orang tua , jadi anak pintar dan pandai , berguna bagi nusa, bangsa, keluarga dan yang penting bagi agama-nya....karena dengan sudah dikhitan....Rio kelak sudah bisa menjadi imam baru bagi keluarga bila melakukan sholat jama'ah bersama dirumah...
Demikian tulisan ini, semoga bisa bermanfaat.....